Magang 2 "Merancang Media Pembelajaran PAI di Sekolah"
Nama : Syarifah Amaliah Farhana
NIM : 11901201
Kelas : PAI 6H
Merancang Media Pembelajaran PAI di Sekolah
1. Konsep Dasar Rancangan Media Pembelajaran Pendidikan Islam
Kata rancangan dalam kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan “sesuatu yang dirancang, hasil merancang, rencana, program, atau desain”. Definisi merancang berarti merumuskan suatu konsep dan ide yang baru atau memodifikasi konsep dan ide yang sudah ada dengan metoda yang baru dalam usaha memenuhi kebutuhan manusia.
Terdapat beberapa tahap dalam perancangan yang harus dilakukan sebelum hasil dari rancangan dijadikan produk. Tujuan perancangan adalah untuk menjamin semua komponen memiliki kinerja yang memuaskan dan dapat menahan tegangan dan deformasi yang terjadi selama umur pakainya, sehingga harus memenuhi nilai keamanan minimum yang disyaratkan dalam standar yang ada berdasarkan aturan-aturan metode engineering.
Yusufhadi Miarso mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauna si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali. Sementara itu, menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai memaknai media pendidikan sama dengan media pengajaran yang maksudnya sesuatu yang akan mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.
Pendidikan Islam merupakan usaha untuk memperkuat serta menambah iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut oleh peserta didik yang bersangkutan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.
Pendidikan Islam adalah suatu proses sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah (anak didik) dengan berpedoman pada ajaran Islam. Istilah pendidikan Islam itu sendiri merupakan usaha dari orang dewasa (muslim) yang bertakwa, yang secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan dan perkembangan fitrah (potensi dasar) anak didik melalui ajaran Islam kearah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangan. Pendidikan Islam sebagai pendidikan yang bertujuan membentuk individu yang berkarakter, berakhlak, bercorak diri, berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya adalah mewujudkan tujuan yaitu ajaran Allah.
Muhaimin berpendapat bahwa media pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu perantara atau pengantar pesan (informasi) dari guru agama Islam kepada penerima informasi yakni peserta didik. Pembelajaran pendidikan Islam sudah berkembang seiring kemajuan teknologi baik software maupun hardware.
Salah satu diantaranya pembelajaran ilmu tajwid dengan menggunakan al-Quran elektronik yang mengarahkan terhadap kesederhanaan pembelajaran yang mudah dan efisien dalam materi yang disajikan, ataupun website yang ditanamkan dalam media internet seperti yang sedang berkembang pada saat ini adalah media pembelajaran menggunakan e-learning dipandang bisa dan sangat membantu dalam memajukan pembelajaran, tidak di pendidikan Islam saja, tetapi e-learning juga mengembangkan learning procces dalam semua bidang.
Berdasarkan beberapa definisi di atas bahwa konsep rancangan media pembelajaran adalah media yang dirancang sendiri khusus oleh guru sesuai dengan tujuan kebutuhan pembelajaran tertentu dan biasanya tidak ada di pasaran. Media pembelajaran pendidikan Islam juga dimaknai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan bahan serta materi tentang Islam kepada peserta didik agar terwujudnya kepribadian Muslim yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam di keluarga dan masyarakat.
2. Prinsip-Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran Pendidikan Islam
Sebaiknya guru memperhatikan sejumlah prinsip tertentu dalam penggunaan media pembelajaran pendidikan Islam, agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsip itu menurut Nana Sudjana adalah:
a. Menentukan jenis media dengan tepat; artinya, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan diajarkan.
b. Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat; artinya, perlu diperhitungkan apakah penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan/kemampuan anak didik.
c. Menyajikan media dengan tepat; artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan, bahan metode, waktu, dan sarana yang ada.
d. Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya, kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak setiap saat atau selama proses belajar mengajar terus-menerus menjelaskan sesuai dengan media pengajaran.
3. Pemilihan Rancangan Media Pembelajaran Pendidikan Islam
Setelah mengetahui prinsip media pendidikan, maka hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media pendidikan yang tepat. Tidak semua media pembelajaran cocok digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pertimbangan dalam memilih media supaya penggunaan media pembelajaran tersebut benar dan tepat. Hal tersebut juga penting untuk diketahui oleh guru dalam pemilihan media pembelajaran.
Menurut Yudhi Munadi bahwa kebanyakan guru yang menggunakan media tidak mendasarkan pada pilihan medianya pada pemikiran logis dan ilmiah, melainkan lebih karena mengikuti perkembangan majunya teknologi, padahal sangat penting untuk memilih media yang diperlukan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran.
Sedangkan menurut MC. Connel yang dikutip oleh Ronald H Anderson mengatakan bahwa “The medium fits, use it “bila media itu sesuai pakailah”. Ini mengandung dasar pertimbangan untuk memilih suatu media sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebetuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak.!!” Terdapat cara memilih media pembelajaran yang sesuai dengan pendidikan Islam diantaranya:
a. Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. (dalam hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan Agama Islam)
b. Pemilihan media harus berdasarkan objektivitas, artinya pemilihan media pembelajaran bukan didasarkan kepada kesenangan guru atau sekedar selingan atau hiburan.
c. Pemilihan media harus disesuaikan dengan karakteristik siswa.
d. Pemilihan media harus sesuai dengan gaya belajar siswa dan kemampuan guru.
e. Pemilihan media harus sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.
Selain beberapa pertimbangan di atas, pemilihan media pembelajaran pendidikan Islam sekurang-kurangnya dapat mempertimbangkan beberapa hal juga diantaraya : kemudahan akses, biaya, tingkat interaktif yang mampu ditimbulkan, dukungan organisasi, serta tingkat motivasi yang mampu ditimbulkannya dan tingkat biaya yang diperlukannya.
Bermanfaat
BalasHapus