Magang 2 "Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Aktif (SPA)" Part 1
Nama : Syarifah Amaliah Farhana
NIM : 11901201
Kelas : PAI 6H
Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Aktif (SPA)
Part 1
Adapun beberapa jenis strategi pembelajaran aktif (SPA) yang dapat diintegrasikan dalam berbagai model pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Everyone is a Teacher Here (Setiap Orang Menjadi Guru)
Strategi ini berarti setiap orang di kelas diposisikan bisa menjadi seperti guru. Tujuan diterapkannya strategi ini adalah membiasakan peserta didik untuk belajar aktif secara individu dan membudayakan sifat berani bertanya, tidak minder dan tidak takut salah. Strategi ini dapat digunakan pada model pembelajaran discovery learning, problem based learning pada saat kegiatan menanya.
Langkah-langkah Penerapannya antara lain:
a. Bagikan kertas kepada setiap peserta didik dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari, atau topik khusus yang ingin mereka diskusikan dalam kelas.
b. Kumpulkan kertas-kertas tersebut, dikocok dan dibagikan kembali secara acak kepada masing-masing peserta didik dan diusahakan pertanyaan tidak kembali kepada yang bersangkutan.
c. Mintalah mereka membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing-masing, sambil memikirkan jawabannya.
d. Undang sukarelawan (volunter) untuk membacakan pertanyaan yang ada di tangannya (untuk menciptakan budaya bertanya, upayakan memotivasi siswa untuk angkat tangan bagi yang siap membaca -tanpa langsung menunjuknya).
e. Mintalah dia memberikan respons (jawaban/ penjelasan) atas pertanyaan atau permasalahan tersebut, kemudian mintalah kepada teman sekelasnya untuk memberi pendapat atau melengkapi jawabannya.
f. Berikan apresiasi terhadap setiap jawaban/ tanggapan siswa agar termotivasi dan tidak takut salah.
g. Kembangkan diskusi secara lebih lanjut dengan cara siswa bergantian membacakan pertanyaan di tangan masing-masing sesuai waktu yang tersedia.
h. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
2. Poster Session (Membuat Poster)
Strategi ini mendorong peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mengekspresikan pemahaman yang diperoleh dalam bentuk gambar. Gambar hasil buatan kelompok itu disampaikan dalam kelas. Kegiatan ini dapat dilakukan pada model pembelajaran discovery learning, project based learning, contextual teaching and learning maupun inquiry learning pada saat menyampaikan/ mengkomunikasikan hasil analisa.
Langkah-langkah penerapan strategi ini adalah:
a. Bagilah kelas dalam beberapa kelompok dan mintalah mereka untuk mendiskusikan sebuah permasalah yang terkait dengan topik;
b. Mintalah setiap kelompok untuk berdiskusi;
c. Mintalah tiap kelompok untuk menuangkan hasil diskusi dalam bentuk gambar atau poster;
d. Mintalah setiap kelompok untuk mempresentasikan dan menjelaskan gambar yang dibuat oleh kelompok;
e. Beri siswa beberapa pertanyaan untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi.
3. Small Group Discussion (Diskusi Kelompok Kecil)
Strategi ini dapat diterapkan pada semua jenjang baik MI, MTs, maupun MA. Strategi ini dapat diterapkan pada kegiatan mengumpulkan informasi, menguji jawaban tentative maupun mengasosiasi pada model pembelajaran inquiry learning maupun problem based learning.
Langkah-langkah penerapan strategi ini adalah:
a. Bagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (maksimal 5 murid) dengan menunjuk
ketua dan sekretaris;
b. Berikan soal studi kasus (yang dipersiapkan oleh guru) sesuai dengan Kompetensi
Inti (KI) & Kompetensi dasar (KD);
c. Instruksikan setiap kelompok untuk mendiskusikan jawaban soal tersebut;
d. Pastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam diskusi;
e. Instruksikan setiap kelompok melalui juru bicara yang ditunjuk menyajikan hasil
diskusinya dalam forum kelas;
f. Klarifikasi, penyimpulan dan tindak lanjut guru.
4. The Power of Two & Four (Menggabung 2 dan 4 Kekuatan)
Strategi ini dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI. Kombinasi strategi yang memungkinkan yaitu power of 2, 4, 8 dengan Small Group Discussion (SGD), dan diakhiri dengan gallery walk. Strategi ini dapat diterapkan pada kegiatan mengumpulkan informasi, menguji jawaban tentatif maupun mengasosiasi pada model pembelajaran inquiry learning maupun problem based learning.
Langkah-langkah penerapan strategi ini adalah:
a. Tetapkan satu masalah/ pertanyaan terkait dengan materi pokok (KI/ KD/ Indikator);
b. Beri kesempatan pada peserta untuk berpikir sejenak tentang masalah tersebut;
c. Bagikan kertas pada tiap peserta didik untuk menuliskan pemecahan masalah/ jawaban (secara mandiri) lalu periksalah hasil kerjanya;
d. Perintahkan peserta didik bekerja berpasangan 2 orang dan berdiskusi tentang jawaban masalah tersebut, lalu periksalah hasil kerjanya;
e. Peserta didik membuat jawaban baru atas masalah yang disepakati berdua;
f. Selanjutnya perintahkan peserta didik bekerja berpasangan 4 orang dan berdiskusi lalu bersepakat mencari jawaban terbaik, lalu periksalah hasil kerjanya;
g. Jawaban bisa ditulis dalam kertas atau lainnya, dan guru memeriksa dan memastikan setiap kelompok telah menghasilkan kesepakatan terbaiknya dalam menjawab masalah yang dicari;
h. Guru mengemukakan penjelasan dan solusi atas permasalahan yang didiskusikan tadi;
i. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
5. Information Search (Mencari Informasi)
Strategi ini tepat digunakan pada jenjang atas, misalnya, MTs kelas IX dan MA. Model kombinasi strateginya adalah information search, SGD dan Gallery Walk. Strategi ini dapat diterapkan pada kegiatan mengumpulkan informasi, pada model pembelajaran inquiry learning, discovery learning maupun problem based learning.
Langkah-langkah penerapan strategi ini adalah:
a. Tersedia referensi terkait topik pembelajaran tertentu sesuai KI/ KD/ Indikator (misalnya: hakikat manusia dalam Islam);
b. Guru menyusun kompetensi dari topik tersebut;
c. Pesrta didik mengidentifikasi karakter manusia Muslim kaffah;
d. Guru membuat pertanyaan untuk memperoleh kompetensi tersebut;
e. Carilah ayat dan Hadith terkait;
f. Bagi kelas dalam kelompok kecil (maksimal 3 orang);
g. Peserta ditugasi mencari bahan di perpustakaan/ warnet yang sudah diketahui oleh guru bahwa bahan tersebut benar-benar ada;
h. Setelah peserta mencari dan kembali ke kelas, guru membantu dengan cara membagi referensi kepada mereka;
i. Peserta diminta mencari jawaban dalam referensi tersebut yang dibatasi oleh waktu (misal 10 menit) oleh guru;
j. Hasilnya didiskusikan bersama seluruh peserta didik di kelas;
k. Guru menjelaskan materi pelajaran terkait dengan topik tersebut;
l. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Selain strategi-strategi di atas, masih ada 4 strategi pembelajaran aktif lainnya yang akan dijelaskan pada bagian part 2 yaa. ^_^
Komentar
Posting Komentar