Magang 2 "Jenis-Jenis Bahan Ajar"

Nama : Syarifah Amaliah Farhana

Kelas : PAI 6H

NIM : 11901201


Jenis-Jenis Bahan Ajar

Bahan ajar dikelompokkan berdasarkan jenisnya dilakukan dengan berbagai cara oleh beberapa ahli dan masing-masing ahli mempunyai justifikasi sendiri-sendiri pada saat mengelompokkannya. Heinich, dkk. (1996) mengelompokkan jenis bahan ajar berdasarkan cara kerjanya. Untuk itu ia mengelompokkan jenis bahan ajar ke dalam 5 kelompok besar, yaitu:

1. bahan ajar yang tidak diproyeksikan seperti foto, diagram, display, model;

2. bahan ajar yang diproyeksikan, seperti slide, filmstrips, overhead transparencies, proyeksi komputer;

3. bahan ajar audio, seperti kaset dan compact disc;

4. bahan ajar video, seperti video dan film;

5. bahan ajar (media) komputer, misalnya Computer Mediated Instruction (CMI), Computer based Multimedia atau Hypermedia.


Ellington dan Race (1997) mengelompokkan jenis bahan ajar berdasarkan bentuknya. Mereka mengelompokkan jenis bahan ajar tersebut ke dalam 7 jenis.

1. Bahan Ajar Cetak dan duplikatnya, misalnya handouts, lembar kerja siswa, bahan belajar mandiri, bahan untuk belajar kelompok.

2. Bahan Ajar Display yang tidak diproyeksikan, misalnya flipchart, poster, model, dan foto.

3. Bahan Ajar Display Diam yang diproyeksikan, misalnya slide, filmstrips, dan lain-lain.

4. Bahan Ajar Audio, misalnya audiodiscs, audio tapes, dan siaran radio.

5. Bahan Ajar Audio yang dihubungkan dengan bahan visual diam, misalnya program slide suara, program filmstrip bersuara, tape model, dan tape realia.

6. Bahan Ajar Video, misalnya siaran televisi, dan rekaman videotape.

7. Bahan Ajar Komputer, misalnya Computer Assisted Instruction (CAI)

dan Computer Based Tutorial (CBT).


Rowntree (1994) di sisi lain, memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda dengan kedua ahli di atas dalam mengelompokkan jenis bahan ajar ini. Menurut Rowntree, jenis bahan ajar dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) kelompok berdasarkan sifatnya, yaitu :

1. bahan ajar berbasiskan cetak, termasuk di dalamnya buku, pamflet, panduan belajar siswa, bahan tutorial, buku kerja siswa, peta, charts, foto, bahan dari majalah dan koran, dan lain-lain;

2. bahan ajar yang berbasiskan teknologi, seperti audiocassette, siaran radio, slide, filmstrips, film, video cassette, siaran televisi, video interaktif, Computer Based Tutorial (CBT) dan multimedia;

3. bahan ajar yang digunakan untuk praktik atau proyek, seperti kit sains, lembar observasi, lembar wawancara, dan lain-lain;

4. bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia (terutama dalam pendidikan jarak jauh), misalnya telepon dan video conferencing.


Berdasarkan pendapat dari ketiga para ahli tersebut, maka jenis-jenis bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahan ajar cetak dan bahan ajar non cetak.

1. Bahan Ajar Cetak

Bahan ajar cetak merupakan sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi (Kemp dan Dayton, 1985). Bahan ajar cetak pada umumnya digunakan baik oleh guru maupun siswa.  Fasilitas dan sarana untuk mengembangkan bahan ajar cetak saat ini secara praktis tersedia di sekolah-sekolah.

 Sebagai bagian dari media pembelajaran, bahan ajar cetak mempunyai kontribusi yang berpengaruh dalam proses pembelajaran yaitu penggunaannya sebagai media utama pembelajaran. Salah satu alasan mengapa bahan ajar cetak masih merupakan media utama dalam paket bahan ajar di sekolah-sekolah karena sampai saat ini bahan ajar cetak masih merupakan media yang paling mudah diperoleh dan lebih standar dibanding program computer (Bates, 1995). 

Dalam hal kualitas penyampaian, bahan ajar cetak dapat menyajikan kata-kata, angka-angka, notasi musik, gambar dua dimensi serta diagram. Selain itu, apabila biaya tidak menjadi masalah, media cetak juga dapat dipresentasikan dengan dilengkapi ilustrasi yang berwarna. Dari segi penggunanya, bahan ajar cetak ini bersifat self-sufficient. Artinya, dapat digunakan langsung atau untuk menggunakannya tidak diperlukan alat lain, mudah dibawa ke mana-mana (portable) karena bentuknya relatif kecil dan ringan, informasi yang ingin disampaikan dapat cepat diakses dan mudah dibaca secara sekilas (browsing) oleh penggunanya.

Selain memiliki beberapa kelebihan seperti di atas, bahan ajar cetak juga tak luput dari kelemahan atau kekurangan. Kekurangannya antara lain adalah tidak mampu mempresentasikan gerakan, penyajian materi dalam bahan ajar cetak bersifat linear, tidak mampu mempresentasikan kejadian secara berurutan, diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk membuat bahan ajar cetak yang bagus dan dibutuhkan kemampuan membaca yang kuat dari pembacanya. Jenis bahan ajar cetak diantaranya :

a. Modul

Terdiri dari bermacam-macam bahan tertulis yang digunakan untuk belajar mandiri.

b. Handout

Merupakan macam-macam bahan cetak yang dapat memberikan informasi kepada siswa. Pada umumnya handout ini terdiri dari catatan (baik lengkap maupun kerangkanya saja), tabel, diagram, peta, dan materi-materi tambahan lainnya.

c. Lembar Kerja Siswa

Termasuk di dalamnya adalah lembar kasus, daftar bacaan, lembar praktikum, lembar pengarahan tentang proyek dan seminar, lembar kerja, dan lain-lain.

Lembar Kerja Siswa (LKS) ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam situasi pembelajaran.


2. Bahan Ajar Noncetak

 Di antara jenis bahan ajar noncetak ini di antaranya adalah bahan ajar berbentuk program audio, bahan ajar display, model, overhead transparencies (OHT), video dan bahan ajar berbantuan komputer.

a. Bahan ajar display

 Jenis bahan ajar display agak berbeda sifat dan karakteristiknya dengan jenis bahan ajar cetak maupun noncetak karena isinya meliputi semua materi tulisan ataupun gambar yang dapat ditampilkan di dalam kelas, kelompok kecil ataupun siswa secara perorangan tanpa menggunakan alat proyeksi. Contoh-contoh jenis bahan ajar display dalam modul ini di antaranya adalah flipchart, adhesive, chart, poster, peta, foto, dan realia. Sumber: American Hospital Association, 1978


b. Overhead Transparencies (OHT)

 Overhead Transparencies (OHT) merupakan salah satu jenis bahan ajar noncetak yang tidak memasukkan unsur-unsur gerakan dan biasanya berupa imej tekstual dan grafik dalam lembar transparan yang dapat dipresentasikan di depan kelas atau kelompok dengan menggunakan Overhead Projector (OHP). 



c. Audio

Program audio adalah semua sistem yang menggunakan sinyal radio secara langsung yang dapat dimainkan atau didengar oleh seseorang atau sekelompok orang. Suara, musik, dan kata-kata dapat digunakan untuk pengajaran langsung, terutama untuk pengajaran bahasa. Salah satu contoh program audio, misalnya siaran radio. 


d. Video

Video dan televisi merupakan bahan ajar noncetak yang kaya informasi dan lugas untuk dimanfaatkan dalam program pembelajaran karena dapat sampai ke hadapan siswa secara langsung. Di samping itu, video menambah suatu dimensi baru terhadap pembelajaran.


e. Bahan ajar berbasiskan komputer

 Penggunaan komputer untuk program pembelajaran terus meningkat akhir-akhir ini. Pemanfaatan komputer untuk program pembelajaran dapat langsung dioperasikan oleh siswa langsung atau terkoneksi dengan computer lain. Sedangkan yang termasuk program komputer untuk pembelajaran adalah berbagai jenis bahan ajar noncetak yang membutuhkan computer untuk menayangkan sesuatu untuk belajar.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Magang 2 "Merancang Media Pembelajaran PAI di Sekolah"

Magang 2 "Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Aktif (SPA)" Part 1

Magang 2 "Model-Model Pembelajaran Kurikulum 2013" Part 2