MAGANG 1"MANAJEMEN KELAS"
Nama : Syarifah Amaliah Farhana
NIM : 11901201
Kelas : PAI 4H
Mengenal
Manajemen Kelas dalam Kegiatan Pembelajaran
Dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran, keberhasilan guru tidak hanya ditentukan dari penguasaan
materi pelajaran, strategi dan metode pembelajaran. Akan tetapi, guru juga dituntut
dalam menciptakan dan mengelola suasana kelas agar kondusif sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan tujuan pembelajaran tercapai.
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi
belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat
mengganggu suasana pembelajaran (Sanjaya, 2008:44).
Kondisi
kelas yang kondusif dan menyenangkan dapat terwujud apabila guru mampu mengatur
suasana pembelajaran, mengkondisikan siswa untuk belajar dan memanfaatkan
sarana pengajaran serta dapat mengendalikan dalam suasana yang menyenangkan
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu untuk menjalin hubungan antara
siswa dengan siswa, guru dengan siswa dubutuhkan alat-alat dan implementasi
yang disediakan secara kultural seperti perpustakaan dan internet (Indriana,
2011:135).
Sebelum
mengetahui tentang manajemen kelas, terlebih dahulu akan dibahas istilah
manajemen dan manajemen pendidikan, yang dimana manajemen kelas adalah suatu
unsur yang terdapat dalam manajemen pendidikan. Pada awalnya kata manajemen
banyak dipahami di dunia bisnis komersial. Sedangkan di dunia pendidikan
sendiri lebih dikenal dengan istilah administrasi. Oleh karena itu, di
lingkungan institusi pendidikan sangat populer dengan istilah administrasi
sekolah, administrasi pendidikan, dan administrasi kelas.
Kebutuhan terhadap manajemen kelas bukan hanya
karena kebutuhan akan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran melalui
pengoptimalan fungsi kelas. Akan tetapi, manajemen kelas merupakan respon
terhadap semakin meningkatnya tuntutan kualitas pendidikan yang dimulai dari
ruang kelas. Di ruang kelas, guru dituntut untuk mampu menghasilkan peserta
didik yang utuh, sesuai dengan fungsi pendidikan, yaitu mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Manajemen
kelas juga merupakan sebagai kemampuan guru dalam mengoptimalkan kelas, karena
dengan demikian guru yang terampil dan kreatif adalah guru yang mampu
mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen dalam berbagai program kegiatan
yang telah ditetapkan di kelas. Di dalam manajemen pendidikan terdapat beberapa
ruang lingkup dan unsur-unsur di dalamnya. Di antaranya adalah manajemen siswa,
manajemen kurikulum, manajemen personil, manajemen sarana dan prasarana,
manajemen humas pendidikan, manajemen kelas, dan lain sebagainya. Dengan
demikian manajemen kelas tidak bisa terlepas dari pembahasan manajemen
pendidikan.
A. Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen kelas berasal dari kata manajemen
dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa inggris yaitu “management”
yaitu serangkaian usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan
memanfaatkan orang lain. Sementara itu kelas merupakan suatu tempat yang
didalamnya terdapat sekelompok orang yang belajar bersama dengan tujuan
mendapatkan materi pembelajaran dari guru.
Di dalam
kelas, guru berperan sebagai manajer utama dalam merencanakan,
mengorganisasikan, mengaktualisasikan, dan melaksanakan pengawasan atau
supervisi kelas. Sedangkan kelas dalam perspektif pendidikan dapat
dipahami sebagai sekelompok peserta didik yang berada pada waktu yang sama,
serta bersumber dari guru yang sama
Manajemen
kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang
kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran, Mulyasa
(2006) dalam Priansa (2014:23). Manajemen kelas juga merupakan usaha sadar untuk
merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, serta melaksanakan
pengawasan atau supervisi terhadap program dan kegiatan yang ada di kelas
sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara sistematis, efektif,
dan efisien.
B. Konsep Dasar Manajemen Kelas
Manajemen
merupakan suatu proses tertentu yang menggunakan keahlian atau kemampuan untuk
mencapai suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur
keilmuan secara ilmiah dan dapat pula menempatkan posisi sebagai seorang
manajer dalam memanfaatkan orang lain.
Konsep
dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu,
kelompok, sekolah, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinnya. Tugas guru saat
ini yang terpenting adalah mengatur, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala
aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Mengelola kelas merupakan
keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memahami, memutuskan, menganalisis,
dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek
manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen
kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan
selektif dan kreatif.
Dalam
manajemen kelas, guru melakukan sebuah proses atau tahapan kegiatan yang
dimulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi, sehingga apa yang
dilakukannya merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait, sehingga
seorang guru harus menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif
seperti tujuan pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan,
serta pengelompokan siswa atau kelompok.
C. Fungsi-Fungsi Manajemen Kelas
Dalam
memahami fungsi-fungsi manajemen, secara umum dapat diklasifikasikan menjadi
dua fungsi utama, yaitu fungsi organik dan fungsi pelengkap. Fungsi organik berhubungan dengan semua fungsi
yang mutlak dijalankan oleh manajemen organisasi, sedangkan fungsi pelengkap berhubungan
dengan semua fungsi yang mendukung agar pencapaian kinerja organisasi dapat
dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
Manajemen
kelas mempunyai beberapa fungsi diantaranya yaitu :
1) Fungsi
Perencanaan Kelas
Perencanaan
adalah suatu proses dalam menentukan apa yang akan dicapai dan bagaimana cara
untuk mencapainya sehingga harus memikirkan target yang akan diraih di masa depan.
Dalam
kaitannya dengan kelas, merencanakan merupakan sebuah proses untuk memikirkan
dan menetapkan secara matang tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya,
sekaligus metode atau teknik yang tepat untuk digunakan guru di dalam kelas.
2) Fungsi
Pengorganisasian Kelas
Setelah mendapat
kepaastian tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya, sekaligus metode atau
teknik yang tepat untuk digunakan guru di dalam kelas. Maka guru akan lebih
lanjut mengorganisasikan hal tersebut agar perencanaan tersebut berjalan dengan
sukses. Dalam manajemen kelas, guru akan mengorganisasikan organisasi intra dan
ekstra kelas, organisasi kegiatan belajar mengajar, dan lain-lain.
3) Fungsi
Kepemimpinan Kelas
Kepemimpinan afektif merupakan
tanggung jawab seorang guru. Kepemimpinan adalah serangkaian usaha dalam
memengaruhi orang lain untuk melaksanakan yang diinginkan oleh pemimpin. Dalam
hal ini, guru berperan memimpin, mengarahkan, memotivasi, dan membimbing
peserta didik agar melaksanakan kegiatan pembelajaran secara optimal dan
sistematis sehingga tercipta tujuan pembelajaran dapat terpenuhi.
4) Fungsi
Pengendalian Kelas
Mengendalikan
kelas bukanlah perkara yang mudah, hal ini disebabkan di dalam kelas terdapat
berbagai macam peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Kegiatan
di dalam kelas dimonitor, dicatat, dan kemudian dievaluasi agar dapat dilihat
apa yang kurang serta dapat direnungkan kira-kira apa yang perlu diperbaiki.
Pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas yang sebenarnya
sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.
D. Tujuan Manajemen Kelas
Keberhasilan
sebuah kegiatan dapat dilihat dari hasil yang telah dicapai. Tujuan adalah
titik akhir dari sebuah kegiatan dari tujuan tersebut dan juga sebagai tolak
ukur pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Manajemen kelas umumnya bertujuan untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran sehingga tercapainya
tujuan pembelajaran yang diinginkan. Ketercapaian
tujuan manajemen kelas dapat diperhatikan dari :
-
Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan
penuh perhatian dari orang dewasa.
- Mereka
akan bekerja dengan penuh rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan
tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya (Priansa, 2014:230).
E. Pendekatan Manajemen Kelas
Dalam manajemen kelas, terdapat berbagai macam
pendekatan yang dilakukan, antara lain :
1) Pendekatan Kekuasaan
Pendekatan kekuasaan dalam manajemen kelas
dapat dipahami sebagai suatu proses untuk mengontrol dan mengawasi tingkah laku
peserta didik di dalam kelas. Peran guru disini adalah untuk mengatur,
menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas.
2) Pendekatan Ancaman
Pendekatan
ancaman dalam manajemen kelas merupakan salah satu pendekatan untuk mengontrol
perilaku peserta didik di dalam kelas. Pendekatan ancaman di dalam kelas dapat
di implementasikan melalui papan larangan, sindiran saat belajar, mengancam
mengurangi atau tidak memberikan nilai dan paksaan kepada peserta didik yang
membantah. Semua jenis ancaman tersebut ditujukan agar peserta didik mengikuti dan
melaksanakan apa yang diinstruksikan oleh guru. Namun, ancaman disini seharusnya
tidak dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan apabila kondisi sudah
benar-benar tidak dapat dikendalikan.
3) Pendekatan Kebebasan
Pendekatan
kebebasan dalam manajemen kelas dapat dipahami sebagai suatu proses untuk
membantu peserta didik agar merasa memiliki kebebasan untuk mengajarkan sesuatu
sesuai dengan apa yang ia pahami dan ia inginkan, tanpa dibatasi oleh waktu dan
tempat. Oleh karena itu, dalam pendekatan ini seorang guru harus benar-benar
memahami karakteristik setiap peserta didik sehingga paham betul apa yang harus
dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.
4) Pendekatan Pengajaran
Pendekatan
pengajaran dalam manajemen kelas didasarkan atas suatu anggapan bahwa
pengajaran yang baik akan mampu mencegah munculnya masalah yang disebabkan oleh
peserta didik di dalam kelas. Oleh karena itu, buatlah perencanaan pengajaran
yang matang sebelum kita masuk kelas dan patuhilah tahapan-tahapan yang sudah
kita buat sebelumnya.
5) Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
Pendekatan
perubahan tingkah laku dalam manajemen kelas diartikan sebagai suatu proses
untuk mengubah tingkah laku peserta didik di dalam kelas. Dengan demikian, kita
harus mampu melakukan pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku agar tujuan
pengelolaan kelas dapat tercapai dengan baik. Dalam hal ini, tantangan seorang
guru adalah senantiasa bersikap sabar, bijaksana dan memahami kondisi kelas
yang di dalamnya peserta didik memiliki karaktersitik yang berbeda-beda.
6) Pendekatan Sosio-Emosional
Sebuah
kelas dapat dikelola secara efisien selama guru mampu membina hubungan yang
baik dengan siswa-siswanya. Pendekatan yang berdasarkan kepada terjalinnya hubungan
yang baik antara guru dan siswa ini disebut dengan pendekatan sosio-emosional.
Sama halnya dengan pendekatan perubahan tingkah laku, tantangn seorang guru
dalam pendekatan sosio-emosional ini juga harus senantiasa bersikap sabar dan
bijaksana dalam menghadapi siswa-siswinya yang sosio-emosionalnya masih belum
stabil.
7) Pendekatan Kerja Kelompok
Pendekatan
kerja kelompok dengan model ini membutuhkan kemampuan guru dalam menciptakan
momentum yang mendorong kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang
produktif, mandiri, bekerja sama, kompak, dan memiliki satu kesatuan yang utuh.
8) Pendekatan Elektis atau Pluralistik
Pendekatan
elektis dalam manajemen kelas menekankan pada potensi, kreatifitas, dan
inisiatif dari wali atau guru kelas untuk memilih berbagai pendekatan yang
tepat dalam berbagai situasi yang dihadapi (Priansa, 2014:235).
Komentar
Posting Komentar